Login with facebook
BERITA / GENERAL AUTO

Jawaban Mengapa Avanza-Xenia Penggerak Belakang
Kamis, 29 Desember 2011 | GENERAL AUTO |

Jakarta - Bagi sebagian pemilik mobil mungkin kurang mempedulikan apakah mobilnya memakai sistem penggerak roda depan atau belakang. Rata-rata lebih mementingkan mobilnya bisa berjalan tanpa ada masalah sama sekali.

Nah, mengingat mayoritas konsumen otomotif di tanah air lebih menggemari mobil berjenis MPV (Multi Purpose Vehicle), yakni memiliki kemampuan memuat banyak penumpang atau barang, hampir sebagian besar MPV yang dipasarkan menggunakan sistem penggerak roda belakang. Tengok saja Toyota Kijang-Avanza, Daihatsu Grand Max-Luxio-Xenia, lebih memilih roda belakang sebagai penggerak.

Sebagai kendaraan yang diperuntukkan untuk memuat banyak barang ataupun penumpang yang terkadang hingga delapan orang, tentu alasan teknis lebih mudah diterima akal. Bandingkan ketika Anda sekeluarga sedang liburan keluar kota dengan kondisi jalanan yang menanjak, tentu sistem penggerak roda belakang lebih mudah mendapatkan traksi maksimal.

Saat mobil sedang melaju di tanjankan hingga terjebak kemacetan yang kerap menerapkan stop & go, mobil lebih mudah untuk diajak berjalan. Bayangkan bila memakai sistem penggerak roda depan dengan kondisi mobil full muatan, tentu akan kesulitan saat hendak berjalan. Roda depan kurang maksimal mendapatkan traksi, sehingga bisa jadi mobil justru tertahan.

Keuntungan lainnya memakai sistem penggerak roda belakang adalah radius putar akan lebih pendek. Misal dengan mobil yang sama dan hanya diubah sistem penggeraknya, yang memakai penggerak roda depan dipastikan akan lebih besar radius putarnya, akibat sudut kemudi yang terbatas. Hal ini wajar mengingat terlalu banyaknya komponen yang dipakai untuk mengatur sistem penggerak roda depan.

Andai saja Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia memakai sistem penggerak roda depan, maka radius putarnya akan kesulitan mencapai di bawah 5 meter. Namun karena memakai roda belakang, maka radius putarnya hanya berkisar 4,9 meter. Bahkan jika ban memakai pelek yang lebih kecil, bisa menjadikan radius putar hingga 4,7 meter.

Manfaatnya dengan radius putar yang lebih pendek adalah pengemudi lebih mudah masuk ke jalanan yang sempit ala gang-gang kecil. Bahkan putar balik juga akan lebih mudah, dimana karakter jalanan sempit masih banyak terdapat di Indonesia.

Nah tak ketinggalan sistem transmisinya bisa menggunakan produk oli Pertamina Rored ataupun ATF bagi yang otomatis. Sementara oli mesinnya bisa mengandalkan Fastron. Dan bukan rahasia lagi, Pertamina Lubricants memasok kebutuhan oli-oli ATPM di Indonesia hingga 90%. (*)
RATING
Star
StarStar
StarStarStar
StarStarStarStar
StarStarStarStarStar

PILIH PELUMAS

PERTAMINA UNIT PELUMAS
Gedung Oil Centre lantai 6
Jalan MH. Thamrin Kav. 55
Jakarta Pusat 10350
P : +62 21 31907991
F : +62 21 31902757
redaksi@pertaminaracing.com
Copyright � 2007 - PERTAMINA