Login with facebook
BERITA / FEATURES

Pertamina Pertahankan Posisi Fortune Global 500
Rabu, 9 Juli 2014 | FEATURES

Jakarta - PT Pertamina (Persero) mempertahankan posisi dalam jajaran perusahaan terbesar dunia, Fortune Global 500 2014. Meski turun satu peringkat dibanding tahun lalu di urutan 123, namun perolehan pendapatan dan laba bersih perusahaan pelat merah ini lebih tinggi ketimbang tahun lalu. Dengan capaian ini, Pertamina berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang positif dalam lima tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir mengatakan prestasi ini seiring dengan meningkatkannya kinerja di tengah persaingan yang semakin ketat.

"Bertahannya Pertamina ke dalam jajaran Global Fortune 500 ini merupakan penghargaan yang tinggi dari dunia internasional terhadap kinerja Pertamina yang dari tahun ke tahun semakin baik di tengah tingginya tingkat persaingan global saat ini," ujar Ali dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/7/2014).

Dijelaskan Ali, pada tahun fiskal 2013, Pertamina berhasil membukukan total pendapatan sebesar US$71,1 miliar, meningkat dibandingkan dengan tahun 2012 yang mencapai US$70,9 miliar. Pada saat yang sama, laba bersih naik 11% menjadi US$3,07 miliar dari tahun sebelumnya US$2,77 miliar. Padahal, pada bisnis elpiji non subsidi perusahaan masih merugi Rp5,7 triliun.

Dengan capaian ini, lanjut Ali, Pertamina berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang positif dalam lima tahun terakhir dimana laba bersih perusahaan meningkat hampir 97% dibandingkan laba tahun 2009 yang tercatat sebesar US$1,55 miliar dan terus meningkat pada tahun-tahun berikutnya.

"Di tengah kecenderungan penurunan produksi minyak nasional, produksi migas Pertamina tahun 2013 justru meningkat menjadi 465.220 boepd (barel oil equivalen per day) jika dibandingkan dengan capaian 2012 sebesar 461.630 boepd," katanya.

Pada 2013, realisasi produksi panas bumi mencapai 21,73 juta ton atau naik 38,5% dibandingkan 2012 yang hanya mencapai 15,69 juta ton. Produksi tersebut diperkirakan terus meningkat di masa mendatang seiring dengan target peningkatan kapasitas produksi sedikitnya 800 mega watt (MW) pada 2018.

Sementara itu, di bisnis hilir Pertamina memperkokoh penguasaan pangsa pasar BBM non subsidi dan pelumas di pasar domestik dan gencarnya ekspansi pasar beberapa produk, seperti aviasi, pelumas dan BBM industri ke luar negeri. Ekspor pelumas produk Pertamina telah menembus 24 negara dan tetap memperkokoh penguasaan pangsa pasar pelumas dalam negeri sebesar 60%.

Selain itu, kegiatan niaga gas pada tahun 2013 meningkat 147% menjadi 33,8 ribu BBTU (British Thermal Unit) dari tahun sebelumnya sebesar 23,1 ribu BBTU. Niaga gas Pertamina juga diperkirakan akan terus meningkat setelah tuntasnya proyek-proyek infrastruktur gas, seperti Arun LNG Regasification, pipa transmisi gas Arun-Belawan dan Gresik-Semarang.

"Dengan realisasi investasi Pertamina tahun 2013 yang mencapai rekor tertinggi sebesar US$6,87 miliar atau Rp71,8 triliun,khususnya untuk akuisisi blok-blok migas di dalam dan luar negeri, tentunya memberikan harapan keberlanjutan bagi pertumbuhan perusahaan di masa mendatang," ucapnya. (*)
RATING
Star
StarStar
StarStarStar
StarStarStarStar
StarStarStarStarStar

PILIH PELUMAS

PERTAMINA UNIT PELUMAS
Gedung Oil Centre lantai 6
Jalan MH. Thamrin Kav. 55
Jakarta Pusat 10350
P : +62 21 31907991
F : +62 21 31902757
redaksi@pertaminaracing.com
Copyright � 2007 - PERTAMINA