Login with facebook
COMPANY


Message from president

Mempertegas Produk Top Tier

Produk pelumas apa yang kini menjadi primadona bagi Pertamina Lubricants? Tak lain adalah Fastron Series.

Ya, jajaran produk Top Tier ini terbukti tak kalah kualitas dengan brand merek asing. Dari segi teknologi hingga sertifikasi approval bertingkat internasional, Fastron terbukti lolos uji kelayakan.

Djaelani Sutomo, Director of Marketing and Trading PT PERTAMINA (PERSERO) menjelaskan pelumas Pertamina menargetkan pendapatan Rp 1 triliun pada 2011 (naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 800 miliar). Sasaran yang dibidik adalah merebut pasar kompetitor di oli Premium. "Pelumas itu bisnis yang seksi," tegas Djaelani.

Demi mewujudkan target tersebut, seluruh sumber daya harus mempunyai mental enterpreneurship dan bisa lebih memperluas penjualan domestik dengan fokus penjualan produk top tier dan spesialis produk. Tak mengherankan kini varian dari Fastron bertambah, diantaranya Fastron Gold (5W-30 API SN) dan Fastron Techno (15W-50 API SL).

"Saya ingin pacu meningkatkan volume di top tier. Karena menjual top tier 1 liter keuntungannya sama dengan jual 3 liter atau 4 liter jual Mesran," paparnya.

Yang menjadi tugas utama bagi Pertamina adalah meningkatkan edukasi kepada masyarakat, terutama produk top tier. Penekanannya adalah produk Fastron benar-benar tak kalah dengan merek asing.

Bahkan pernah beberapa waktu lalu, Majalah MobilMotor melakukan uji kualitas terhadap 22 merek pelumas di Indonesia. Tes secara independen di BPPT Serpong (Balai Termodinamika Motor dan Propulsi - BMTP) itu akhirnya membuktikan bahwa Fastron menempati peringkat pertama.

Djaelani pun berpesan produk top tier kualitasnya harus selangkah lebih maju dari kompetitor. Terbukti Pertamina-lah yang kali pertama di Asia meraih sertifikasi API SN. "Teknologi kita sudah maju lebih dulu," wantinya.

Bila pasar domestik lebih menekankan peningkatan penjualan produk top tier, maka ada kiat tambahan lagi dari VP Pelumas Pertamina, Supriyanto DH. Menurutnya Pertamina akan menerapkan langkah akuisisi. "Kami menyebutnya strategi unorganic growth."

Jika akuisisi brand lokal sukses, maka Pertamina pada 2015 akan mengembangkan akuisisi brand lokal di China. Diperkirakan dengan akuisisi di China, pelumas Pertamina akan mendapatkan tambahan volume sekitar 60-70 ribu KL. "Diprediksi perlu Rp 1,5 triliun yang harus digelontorkan untuk itu," urai Supriyanto.

Setelah China, akusisi kembali berjalan di Inggris dan Afrika yang diperkirakan berlangsung pada 2017-2018."Langkah ini menunjukkan kita mampu mengembangkan sayap ke mancanegara dan diterima positif. Apa yang kita lakukan ini sebagai komitmen dan strategi yang dijangkau perusahaan untuk membuat Lubricants menjadi perusahaan Top 50 World Lubricant Company pada 2019 nanti dengan volume mencapai satu juta kiloliter (kl)," tekadnya. (*)




PILIH PELUMAS

PERTAMINA UNIT PELUMAS
Gedung Oil Centre lantai 6
Jalan MH. Thamrin Kav. 55
Jakarta Pusat 10350
P : +62 21 31907991
F : +62 21 31902757
redaksi@pertaminaracing.com
Copyright � 2007 - PERTAMINA